Tampilkan postingan dengan label panorama alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label panorama alam. Tampilkan semua postingan

panorama watu ondo


 "KEINDAHAN WATU ONDO"


Tuban memiliki berbagai wisata yang sangat menantang bagi mereka yang suka berpetualangan.tak salah jika TUBAN dijuluki kota "Kambang PUTIH" yang berarti kota terapung putih, seperti jika dilihat dari kejauhan seperti sebuah kota terapung putih TUBAN batu putih. Wisata ini berada di bektiharo desa, kecamatan semanding, Tuban kabupaten, sekitar 5 KM dari pemandian bektiharjo, lokasi yang disebut "Watu Ondo" dalam bahasa Indonesia artinya "TANGGA BATU". wisata tempat-tempat seperti tangga terbuat dari batu, dengan kombinasi tangga dengan tebing berbatu (gampeng). Di sini juga ada jalan yang biasanya digunakan oleh dekitar warga untuk mengambil air dan menyiram ladang, naik denagn wato ono bahwa harus ada keseimbangan dan kekuatan yang diperlukan. Wisata ini adalah lalu lintas akses mbogor dusun oleh ngendut dusun dan dusun sencang oleh Medokan dusun terletak dusun mbogor dengan Medokan dusun di atas tebing, sekitar 20-30 meter, dan lokasi ngendut dusun dan Medokan dusun di bawah tebing. di sencang dusun dan dusun mbogor ada sumber air sehingga mereka semua di bawah teping desa untuk mengambil air dengan melewatkan watu Ondo sebagai jalan akses, 4 lokasi watu Ondo:
- Ondo penanaman
terletak di pinggiran dusun sebagai ngendut dan Medokan.Penanaman Ondo adalah sepotong bambu yang dipasang vertikal langsung berhubungan dengan tebing celah, ketika akan naik telah berjalan satu per satu anak tangga yangketika telah mencapai puncak, terus mendaki melalui celah di tebing dan berhati-hati karena jurang di bawah ini. ketika kita sampai di sana pemandangan tebing luar biasa, Cover sawah, rumah, gundukan-gundukan (batu besar) bahwa garis, sungai, hutan, dan pegunungan di seluruh
- Ondo nyikut
setelah pelapisan dan kemudian menuruni Ondo Tabing Ondo nyikut dengan jarak kurang dari 300 meter.setelah menjalankan Anda akan memiliki celah tebaing yaitu Ondo nyikut (bentuk siku) dengan yanfg lebar celah dan tangga terbuat dari kayu jatiOndo nyikut akses jalan adalah jalan menanjak dengan kemiringan 40 derajat.
-Ondo duwur
Ondo duwur dalam arti bahwa bahasa Indonesia adalah sebuah tangga yang tinggi. terletak ditebing cangkir selatan dusun dengan sekitar 20 meter panjang yang terhubung dengan bagian atas bukit.
-Ondo duwur harus melewatkan ngendut dusun dan Medokan 1,5 km dari dusun ke barat. akses ke bentuk duwur Ondo dengan kemiringan antara 30 sampai 45 derajat dengan panjang 750 meter.
samping jalan, ada banyak buah srikaya jauh terlalu dewasa (delimo Jawa bahasa) dan menikmati hasil khas pegununganOndo duwur atas lanskap adalah bidang bidang petani, hutan hijau disertai dengan hembusan angin Dermawuharjo dan pegunungan
Ondo endek
tur terakhir di bektiharjo dalam watu Ondo adalah Ondo endek, dengan akses jalan yang menghubungkan dusun dan dusun ngendut mbogorjarak antara Ondo Ondo endek duwur dengan sekitar 750 meterpetualangan perjalanan dengan sangat menarik di watu Ondosama dengan yang lain

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

AIR TERJUN KEROKAN, WISATA TUBAN




Salah satu tempat wisata Tuban
AIR TERJUN KEROKAN

Dalam dusun Kerokan, desa Jetak, kecamatan Montong ada situs yang lama diketahui banyak orang, dan menurut beberapa sumber terdapat makam Ki singonegoro, Makm ini banyak dikunjungi oleh para ulama besar. Ki Singonegoro diyakini penduduk setempat wali Allah, dia adalah Senopati atau panglima perang, kerajaan Mataram zaman Sultan agung hanyokro Kusumo, dan ketika kerajaan Mataram ditaklukkan, ia dan pasukan melarikan diri ke dusun kerokan sambil menyebarkan agama Islam di masyarakat sekitar. Di dusun Kerokan, Beliau bersembunyi dalam jurang sampai ia meninggal dan dikuburkan di sana. Tempat ini merupakan sumber air yang tidak pernah kering, meskipun itu musim kemarau panjang, sumber air yang digunakan ratusan warga sekitar ini, di gunakan baik untuk kebutuhan mereka masing masing dan perairan ladang merekaTebing pada makam Ki Singonegoro juga memiliki panorama yang indah dan sumber air, ada tiga air terjun percikan tanpa henti, ada air jatuh di hamparan kolam batu batu kuning sejauh 6-meter.Sejak itu ratusan tahun air itu mengalir membelai batu, stalaktit dibuat, indah. Rumbaian menggantung seperti rambut perawan. hamparan tanah merah, kering dan hambar berbatu membuat suasana sejuk, damai, dan indah dengan sebuah oasis sumber daya air di bagian belakang kehidupan makhluk hidup, salah satu makhluk hidup yang ada di sana adalah berbagai monyet dan burung , selain itu ada beberapa yang maengganggu sebaginbesar eksistensi mulai dari kurang lebih 82 hektar awal sekarang menjadi sekitar 20 hektar, namun warga telah mencoba untuk berusaha untuk situs ini harus dilindungi, tetapi ada sumber air kendi yang baik, ada juga situs makam KiSingonegorodan ada hal-hal indah dari situs ini, jika Anda memasuki gua di bawah air terjun ada tulisan Jawa dan Arab pada dinding gua.untuk menghormati dia, masyarakat sekitar mengadakan upacara tradisional sebagai bentuk kehormatan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

jejak suci goa akbar Tuban



 Jejak Suci Goa Akbar
Tuban



Siang itu terik mentari memapar bumi Tuban. Tapi, di belakang Pasar Baru Tuban, serombongan orang terus mengalir menuju sebuah goa yang amat terkenal di daerah dengan sebutan seribu goa itu. Mereka adalah peziarah dari Makam Sunan Bonang. Mereka berduyun-duyun menyusuri lorong demi lorong Goa Akbar yang telah dibuka secara resmi sebagai obyek wisata pada 1998 itu.
Hingga kini, Goa Akbar sudah dikelola dengan baik oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Tuban. Berbagai fasilitas untuk mengeksplorasi keunikan dan keindahan goa tersedia lengkap. Mungkin jauh dari perkiraan wisatawan tentang goa yang gelap dan berbau kotoran kelelawar. Di goa dengan lintasan sepanjang 1,2 kilometer itu, pengunjung akan mendapatkan suasana yang sangat berbeda.
Saat menuruni pintu goa, coba tengok ke atas, maka di situ akan didapati suasana layaknya memasuki atrium besar. Ruang dalam goa tampak kian menarik dengan dekorasi lampu hias. Sinar lampu itu membantu menampilkan sosok-sosok bebatuan stalagtit dan stalagmit yang mengagumkan. Sepanjang lintasan dalam goa, terdapat setidaknya tiga ruang besar semacam hall. Ruang besar ini kerap menjadi terminal pengunjung untuk santai sejenak.
Keunikan goa dan muatan sejarah yang terkandung di dalamnya, antara lain yang menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke tempat wisata ini. Menurut catatan Soekaton HM, Kepala UPTD Tempat Wisata Goa Akbar dan Bektiharjo Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Tuban, kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 200 ribu orang pada 2006 lalu. “Wisatawan asing yang datang ke sini seperti dari Kanada, India, Belanda, dan lain-lain,”
Legenda
Sekira
±500 tahun lalu, Sunan Bonang sedang melakukan perjalanan. Ketika menemui goa ini, Kanjeng Sunan Bonang terpesona dan seketika berucap, “Allahu Akbar”. Konon, sejak itulah, goa yang terletak di tengah Kota Tuban itu disebut Goa Akbar. Versi lain diceritakan, karena sekitar goa banyak dijumpai pohon Abar. Masyarakat setempat kemudian menyebutnya Ngabar.
Berdasar buku yang dihimpun Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Tuban, kata Ngabar berasal dari bahasa Jawa yang berarti latihan. Konon, goa ini pernah dijadikan tempat persembunyian untuk mengatur strategi dan latihan ilmu kanuragan prajurit Ronggolawe, yang ketika itu berencana mengadakan pemberontakan ke Kerajaan Majapahit. Pemberontakan itu disulut oleh ketidakpuasan Ronggolawe atas pelantikan Nambi menjadi Maha Patih Majapahit.
Karena seringnya dijadikan tempat latihan, goa dan daerah sekitarnya dijuluki Ngabar, yang kemudian seiring waktu menjadi nama dusun yaitu Dusun Ngabar, Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding. Cerita mengenai asal usul ini memang berkembang bervariasi. Pastinya, kata Akbar itu kini dipergunakan Pemerintah Kabupaten Tuban sebagai slogannya. Akbar bermakna Aman, Kreatif, Bersih, Asri, dan Rapi.
Goa Akbar mengandung kisah keagamaan sangat tinggi. Diceritakan, konon Sunan Bonang mengetahui goa ini karena diajak Sunan Kalijogo yang saat itu masih bernama RM Sahid. Bila disimak cerita pada relief di dinding sebelah utara pintu masuk, digambarkan RM Sahid yang adalah putra Bupati Tuban ke-9 yang bernama Wilotikto diusir dari rumah karena bertabiat kurang baik. Karenanya ia dipanggil dengan nama Brandal Lokojoyo. Pertemuannya dengan Sunan Bonang di Kali Sambung, Brandal Lokojoyo mengatakan kalau rumahnya di goa.
Alkisah, setelah ia terusir, RM Sahid memang tinggal di Goa Akbar. Perjalanan spiritual RM Sahid alias Brandal Lokojoyo kemudian menemui jalan kebenaran, dan terakhir menjadi Sunan Kalijogo. Beberapa tempat di Goa Akbar akhirnya dipercaya sebagai tempat perjalanan religius Sunan Kalijogo dan Sunan Bonang, di samping wali-wali yang lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS